Microorganisms in Sewage Treatment

Apakah sewage treatment…?

  • Suatu rangkaian proses untuk membuang kotoran fisik, kimiawi, mikrobiologi dari air buangan
  • Air buangan: Air limbah domestik (rumah tangga: cucian, toilet, kamar mandi), air hujan, dari rumah sakit, industri, sekolah, institusi lain
  • Tujuannya agar tidak menimbulkan polusi, bisa dipakai kembali untuk pertanian atau air minum (tergantung kualitas air yang dihasilkan)
  • Sewage treatment bisa dilakukan di dekat institusi (septic tank, aerobik pond) atau dilakukan secara kolektif melalui jaringan pengolahan sewage yang dikelola oleh pemerintah.
  • Limbah industri sering diproses tersendiri, terpisah dari dari domestic sewage.

Tahap-tahap dalam water treatment

  • Primary stage (=mechanical treatment): pemisahan padatan besar (kaleng, kayu, gelas plastik,  botol plastik, dll), FOG dari air
  • Secondary stage (=biological treatment): pengendapan dan pemisahan bahan terlarut menggunakan mikroorganisme
  • Tertiary stage (=chemical treatment): penetralan endapan dan desinfeksi air

Pengoperasian pengolahan limbah air yang bahannya dari limbah domestik dan air hujan lebih rumit; sebab volumenya tidak menentu. Bisa menimbulkan air berlebih yang terbuang, atau kerusakan peralatan.
Primary treatment

  • Padatan besar yang terapung ditahan dengan kisi-kisi
  • Pasir dan batu diendapkan dengan cara mengatur kecepatan aliran air sedemikian sehingga bisa mengendap, lalu dikeruk Pasir dan batu bisa merusak pompa & peralatan lain Kadang dilengkapi dengan conveyor untuk mengangkut pasir ke collector kemudian dibakar atau dipakai dalam landfill


Secondary treatment

  • Bertujuan membuat limbah biologi (kotoran manusia dan hewan, detergent, sabun, sisa makanan) menjadi terdegradasi. Bahan-bahan terlarut: gula, senyawa karbon, minyak, lemak, dll.) menjadi hilang atau menjadi gumpalan
  • Mikroorganisme berupa bakteria dan protozoa digunakan untuk memetabolisme bahan organik. Mikrorganisme ditambahkan dalam bentuk activated sludge.

  • Pengolahan menggunakan activated sludge dilakukan dalam suasana aerobik, perlu tambahan oksigen.
  • Activated sludge terdiri dari berbagai jenis mikroorganisme
  • Activated sludge bisa merombak bahan organik, Mengubah amonia menjadi gas nitrogen
  • Prosesnya dipengaruhi suhu, makin tinggi suhu makin cepat proses. Biasanya ~30°C
  • Proses ini menurukan BOD dan COD
  • Mengapa bahan organik harus dihilangkan dari air??

  • BOD: biological oxygen demand –kebutuhan oksigen untuk proses biologi-
  • COD: chemical oxygen demand –kebutuhan oksigen untuk proses kimiawi.
  • Kedua parameter ini merupakan indikator pencemaran air

Jenis teknik lain

  • Fluidised bed reactor: merupakan filter vertikal berisi enzim yang terperangkap dalam suatu matriks sehingga bisa digunakan berulang kali. Limbah cari dialirkan pelan melewatinya.
  • Filter beds (Oxidised beds): merupakan filter terbuat dari arang karbon, atau serpihan batu kapur, dengan permukaan yang luas dan bisa menyaring biological floc. Dilengkapi dengan aliran air balik untuk membersihkan filter. Microbiological floc yang terbentuk di permukaan filter akan dimakan oleh larva atau binatang kecil
  • Biological aerated filter: kombinasi antara biomass, dan carbon filter yang bisa mengurai senyawa mengandung nitrogen menjadi gas
  • Membrane bioreactor: merupakan abungan activated sludge dan pemisah endapan. The elevated biomass concentration in the membrane bioreactor process allows for very effective removal of both soluble and particulate biodegradable materials at higher loading rates. Thus increased Sludge Retention Times (SRTs)—usually exceeding 15 days—ensure complete nitrification even in extremely cold weather.
  • Rotating biological contactor (Lihat gambar…)

  • Tahap akhir dalam secondary treatment adalah pembuangan endapan.

Tertiary treatment

  • Merupakan perlakuan akhir sebelum air dilepaskan ke badan air seperti sungai, rawa. Mungkin ada berbagai tahap dalam tertiary treatment. Yang paling akhir adalah disinfeksi, yang hanya digunakan untuk membuat potable water/drinking water.
  • Air hasil pengolahan mungkin masih memiliki kadar mineral yang tinggi. Penggunaan untuk pertanian perlu pemikiran seksama.

Beberapa cara dalam tertiary treatment

  • Filter: untuk memisahkan dan membuang sisa bahan terlarut
  • Lagooning:
  • Constructed wetlands
  • Nutrient removal: memakai bakteria pengurai amonia misalnya Nitrosomonas spp., Nitrospira spp., Nitribacter spp.
  • Phosporus removal: polyphosphate accumulating organisms (PAOs); chemical precipitation with iron salts
  • Desinfection: ozone, chlorine, ultraviolet light

3 thoughts on “Microorganisms in Sewage Treatment

  1. Thank you so much regarding giving us an update on this subject on your site. Please know that if a completely new post appears or if any alterations occur about the current article, I would be considering reading more and understanding how to make good utilization of those methods you write about. Thanks for your time and consideration of other individuals by making your blog available.

Comments are closed.