Perairan Madura

1. Ekologi Perairan Madura

Mangrove

Perairan Madura memiliki ekosistem mangrove. Keberadaan mangrove ini memberikan nilai ekonomis yang tinggi. Mangrove dapat menjaga garis pantai agar tidak terjadi abrasi, pengendali banjir, dan masih banyak lagi fungsinya. Dalam decade terakhir ini pemanfaatan hutan mangrove terus meningkat bukan saja dari pemanfaatan lahannya, tetapi juga dari segi pemanfaatan secara tradisional (skala kecil) dan komersial (skala besar). Hampir sebagian besar masyarakat pesisir di tanah air lebih banyak menggunakan hutan mangrove sebagai kayu bakar, arang, pagar, tiang-tiang pancang dan alat penangkapan ikan, pemungutan hasil-hasil perikanan seperti udang, kepiting, ikan, dan satwa lainnya. Berikut table nilai ekonomis hutan mangrove di Indonesia, khususnya perairan Madura

 Terumbu Karang

Selain mangrove, di perairan Madura juga terdapat ekologi terumbu karang meskipun saat ini sudah banyak yang mengalami kerusakan baik secara alami diakibatkan oleh lingkungan maupun yang diakibatkan oleh ulah manusia. Terumbu karang menjadi tempat hidup bagi beraneka jenis ikan dan dapat memberikan manfaat yang banyak baik bagi tujuan pariwisata maupun penelitian.

2. Potensi Sumber Daya Alam Perairan Madura Perikanan

Dilihat dari posisi sumberdaya kelautan, jenis ikan yang banyak dihasilkan di perairan Madura adalah adalah jenis-jenis ikan pelagis (permukaan) seperti ikan layang (Decapterus russeli) dan ikan tongkol (Euthynnus sp). Jenis-jenis ikan pelagis lain yang pernah ditangkap antara lain tengiri (Scomberomorus), kembung (Ratrelliger spp), lemuru (Sardinella longiceps), tembang (Sardinella fimbriata), selar (Selaroides spp), Cakalang (Katsuwonus pelamis), Japuh (Dussmeiria spp), layur (Trichiusrus spp) dan bawal hitam (Pampus argenteus). Selain ikan pelagis, perairan Masalembu juga mempunyai potensi jenis ikan karang (demersal) seperti peperek (Leiognathidae), bambangan (Lutjanus spp), bawal putih (Sphyraena spp), kakap (Lates calcarifer), kerapu (Ephinephelus spp), cucut (Carchahinidae), manyung (Tachysurus spp), belanak (Cypselurus spp), ekor kuning (Caesio spp) dan Tigawaja (Sciaenidae), juga cumi-cumi, rajungan (Portunus spp), kepiting (Scylla serrata), udang barong (Panulirus spp), udang windu (Paneus monodon) dan teripang.

Yang paling banyak dihasilkan di perairan Madura yaitu ikan kerapu. Ikan ini memiliki musim penangkapan yaitu di sekitar bulan Agustus-Maret, di mana puncak musim terjadi pada bulan April-Juli. Potensi sumberdaya ikan kerapu di perairan Madura ini mencapai 159.8 ton dengan usaha penangkapan optimum 1179.166 trip.

Potensi Migas

Kepulauan Madura menyiman potensi alam seperti migas, bahan mineral, bioteknologi kelautan, dan sumber daya energy alternative. Jika tanah Madura banyak yang tandus, kawasan seputar pulau Madura justru subur. Kawasan ini kaya akan minyak dan gas bumi. Ladang migas di Madura barat mencapai 22 juta barel. Ratusan juta barel minyak dan metric ton gas alam lainnya tersimpan sedikitnya di 5 sumur minyak, North East Madura V, East kangean, North Bali, Lapangan Maleo, dan Lapangan Oyong.

 Garam

Madura bisa dikembangkan sebagai pusat garam nasional. Peluang itu bisa dikembangkan mengingat sampai saat ini kita masih impor garam, padahal potensi garam di Madura sangat besar. Dari 2,4 juta ton kebutuhan garam nasional, saat ini baru tercukupi sebesar 1,4 juta ton, dari angka itu, sumbangan garam Madura mencapai 600 ribu ton.

Rumput Laut

Sepanjang pantai di Madura khususnya Pamekasan merupakan daerah dengan sumber daya hayati yang sangat besar, seperti keberadaan budaya rumput laut. Sesuai dengan luas perairan laut di Pamekasan rumput laut ini dapat dikembangkan dan pemasarannya cukup menjanjikan. Komoditi ini sangat cocok untuk bahan-bahan kosmetik yang hingga saat ini sudah go public ke beberapa mancanegara.

3. Permasalahan Lingkungan Perairan Madura

a. Penggunaan hutan mangrove yang tidak sesuai peruntukannya                                

Hutan mangrove yang seharusnya menjadi pelindung pantai dari abrasi, pengendali banjir, penyerap bahan pencemar, pensuplai bahan organis bagi lingkungan perairan, dan menjaga ekosistem pesisir malah dimanfaatkan masyarakat sekitar tidak sesuai peruntukannya. Bakau banyak dimanfaatkan untuk nilai ekonomis baik secara tradisional amupun komersil (besar-besaran).

b. Terjadinya abrasi di pantai-pantai Madura

Menjadi dampak bagi penggunaan mangrove yang tidak sesuai peruntukannya, yaitu terjadinya abrasi. Secara umum abrasi disebabkan oleh dua factor, yaitu factor alam dan manusia. Yang termasuk factor alam yaitu adanya arus gelombang yang terjadi akibat pasang surut sehingga mengikis pantai dan adanya pemanasan global yang membuat suhu permukaan meningkat dan merendam daerah yang permukaannya rendah. Sedangkan abrasi yang disebabkan oleh factor manusia yaitu pengambilan batu karang di pesisir pantai sebagai bahan bangunan dan penebangan pohon-pohon pada hutan mangrove.

Abrasi yang terjadi di sepanjang pesisir selatan pantai Maura disebabkan oleh factor manusia yang banyak sekali melakukan aktiviatas pembangunan. Adanya reklamasi pantai, penambangan batu dan pasir, bangunan rumah, gudang, pabrik dan gedung milik peemrintah, mengakibatkan jarang sekali ditemukan hutan mangrove.

c. Penggunaan bom ikan yang merusak terumbu karang

Semakin marak penggunaan bom ikan untuk memperoleh tangkapan di perairan Madura. Menangkap dengan bom ikan dapat mengurangu kualitas ikan serta dapat merusak ekosistem laut dan berdampak pada nelayan baik langsung atau tidak. Upaya sosialisasi oleh Dinas Kelautan dan Perikanan telah intensif dilakukan. Pihak tersebut juga telah memberikan bantuan berupa alat bantu penangkapan ikan. Bantuan tersebut direspon postif oleh para nelayan, namun sebagian nelayan masih berambisi mendapatkan ikan sebanyak-banyaknya menggunakan bom ikan.

d. Over eksploitasi perikanan

jika dibandingkan antara hasil atau potensi perikanan, dengan pemanfataannya, terjadi seimbang. Potensi perikanan telah dimanfaatkan sebesar 93,37 % khusunya untuk perikanan kerapu. Hal ini menunjukkan bahwa pada beberapa tahun mendatang apabila tidak dilakukan perluasan daerah penangkapan dan diversifikasi komoditi tangkapan maka akan terjadi over eksploitasi. Sedangkan unit usaha tangkap telah mencapai 78.5 dari yang diperbolehkan.

4. Pencemaran di lingkungan perairan Madura

Perairan Madura terindikasi terjadi pencemaran. Hal ini dapat dilihat dari pergerakan ikan yang mengarah ke timur atau tepatnya ke sekitar perairan Kabupaten Probolinggo.  Selain itu secara fisik dapat terlihat perubahan warna air laut menjadi kecoklatan. Pencemaran perairan laut di Madura diakibatkan oleh banyak hal, antara lain :

  1. Kegiatan pencucian mesin kapal (baik kapal transportasi maupun nelayan)
  2. Pembuangan limbah ke laut dari pembangunan pengeboran minyak lepas pantai yang tidak dilandasi dengan AMDAL
  3. Hilangnya mangrove di tepi pantai yang menyebabkan abrasi pantai sehingga mengakibatkan pencemaran pantai.
  4. Banyaknya bangunan yang berdiri baik industry, perumahan di pinggir sungai maupun daerah pantai memberikan dampak laju pencemaran semakin cepat.
  5. Pencemaran yang diakibatkan oleh buangan lumpur LAPINDO yang melalui Kali Porong. Sedimen dari lumpur ini mengendap di area selat Madura yang dapat berdampak pada sumber daya hayati dan non hayati yang terkena efek konsentrasi logam berat.

Upaya mengatasi pencemaran perairan Madura yang telah dilakukan:

  1. Mengenai pencemaran akibat pembuangan lumpur LAPINDO ke laut, masih belum ada upaya yang dilakukan. Hal ini dilakukan karena bencana LAPINDO sudah sangat susah untuk diselesaikan, yang mengakibatkannya harus dibuang ke laut.

5. Potensi bencana laut dan kerentanan pesisir perairan Madura

a. Potensi bencana laut

Daerah perairan Madura cukup berpotensi terkena bencana laut berupa gelombang yang besar. Di daerah ini pernah terjadi bencana alam berupa gelombang yang sangat besar yaitu tingginya mencapai 5-6 meter yang diakibatkan gelombang pasang. Akibta bencana ini banyak perumahan yang rusak parah.

b. Kerentanan daerah pesisir

Pesisir Madura sangat rentan dengan terjadinya abrasi. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa banyak penebangan mangrove yang menyebabkan pesisir pantai sangat rentan terhadap abrasi.

Selain itu daerah pesisir Madura juga mengalami sedimentasi akibat adanya lumpur LAPINDO yang dibuang melalui Kali Porong dan bermuara ke Selat Madura.

6. Saran untuk pengembangan perairan Madura

Perairan Madura memiliki potensi yang sangat besar, baik dari perikanan, garam, dan migas. Namun telah kita ketahui bersama dari uraian di atas bahwa banyak terjadi kerusakan lingkungan akibat keserakahan dan penggunaan cara yang salah dalam menggunakan dan memanfaatkan potensi alam yang ada. Oleh karena itu diperlukan langkah-langkah yang saling berkesinambungan antara satu pihak dan pihak agar perairan Madura dapat berkembang, antara lain :

  1. Menetapkan peraturan untuk pembatasan jumlah nelayan agar hasil tangkapan sebanding dengan jumlah nelayan dan jumlah ikan tidak terus berkurang
  2. Melakukan fungsi control yang baik untuk ekologi daerah pesisir seperti mangrove dan terumbu karang karena ekologi tersebut memberikan manfaat yang sangat banyak baik secara langsung maupun tidak langsung.
  3. Pengolahan limbah yang benar sejak sebelum masuk ke laut sehingga ekosistem di laut tetap terjaga dengan baik
  4. Optimalisasi potensi garam di perairan Madura dengan meningkatkan pengetahuan mengenai kondisi alam dan peralatan-peralatan yang dapat lebih memaksimalkan hasil pertanian garam
  5. Eksplorasi migas dilakukan dengan tetap menjaga wilayah perairan

3 thoughts on “Perairan Madura

Comments are closed.