SOSIALISASI IKAN TERI SEBAGAI BAHAN MAKANAN YANG MENGANDUNG SUMBER KALSIUM TINGGI

RINGKASAN

Kalsium merupakan mineral yang sangat dibutuhkan dalam tubuh manusia. Apabila kekurangan kalsium dapat menyebabkan riketsia pada anak, osteomalasia (tulang lunak) dan osteoporosis (tulang keropos) pada orang dewasa. Untuk mencegah hal tersebut maka dibutuhkanlah asupan kalsium yang cukup. Kurang sadarnya masyarakat akan pentingnya kalsium bagi tubuh mengakibatkan dua dari lima orang Indonesia terkena osteoporosis. (Puslitbang Gizi Depkes).

Masyarakat Indonesia umumnya mengetahui sumber kalsium bagi tubuh manusia adalah susu serta produk olahannya. Padahal sebenarnya susu bukanlah satu-satunya sumber makanan yang mengandung kalsium. Makanan yang mengandung kalsium terbesar ternyata berasal dari produk ikan teri. Kandungan kalsium pada susu sapi sebesar 143 mg sedangkan ikan teri sebesar 2381 mg. Untuk menyosialisasikan hal tersebut kepada masyarakat diperlukan penyuluhan secara langsung kepada masyarakat khususnya para ibu rumah tangga.

Penyuluhan ini akan disampaikan mengenai pentingnya pemenuhan kalsium bagi tubuh manusia, informasi data analisis mengenai perbandingan kalsium serta analisis biaya pada susu serta produk olahannya dan ikan teri, mengajak para ibu rumah tangga untuk memanfaatkan ikan teri sebagai subsitusi susu dalam memenuhi asupan kalsium dalam bentuk menu makanan olahan ikan teri, serta memberikan motivasi kepada para ibu rumah tangga untuk melakukan inovasi dalam pengolahan ikan teri menjadi menu makanan yang menarik dan disukai oleh anggota keluarga.

Penyuluhan ini diharapkan para ibu rumah tangga yang mengikutinya mampu mengaplikasikan ilmu yang telah didapat demi terpenuhinya asupan kalsium setiap anggota keluarga. Selain itu, diharapkan dari lingkup yang kecil ini dapat mengurangi kasus osteoporosis di Indonesia.

Download:  SOSIALISASI IKAN TERI SEBAGAI BAHAN MAKANAN YANG MENGANDUNG SUMBER KALSIUM TINGGI di sini

One thought on “SOSIALISASI IKAN TERI SEBAGAI BAHAN MAKANAN YANG MENGANDUNG SUMBER KALSIUM TINGGI

Comments are closed.