PENERAPAN BIG PICTURE MAPPING (BPM) DI PT. MADURA PRIMA INTERNA (MPI) SUMENEP

I. PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Persaingan yang semakin tinggi dan pertumbuhan teknologi yang begitu cepat, sehingga memaksa setiap perusahaan untuk dapat menjalankan operasionalnya secara lebih efisien, baik dari sisi biaya, waktu, maupun prosesnya. Hadirnya teknologi informasi yang perkembangannya berlangsung secara berkesinambungan pada dekade terakhir ini telah meningkatkan efektifitas dan efisiensi dari proses bisnis yang ada secara signifikan, Namun demikian, seiring dengan perkembangan kebutuhan perusahaan yang terus-menerus dan kompleks, bisnis pun dituntut untuk mengadakan integrasi system antar perusahaan. Big Picture Mapping (BPM) saat ini telah terbukti merupakan salah satu jawaban dan paradigma baru dalam mencapai keunggulan tersebut. Pada prinsipnya konsep-konsep tersebut mengarah pada sejauh mana efisiensi dan efektifitas penggunaan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan, seperti halnya konsep lean (Gaspersz, 2007).

Lean manufacturing merupakan suatu filosofi pendekatan perbaikan pengelolaan perusahaan dengan cara memperpendek waktu proses, mengurangi pemborosan yang terjadi dan penguranan biaya-biaya yang tidak perlu (Creese, 2001). Secara singkat, Lean manufacturing dipahai sebagai sebuah konsep dan praktek untuk membuat produk yang efisien dengan menghindari terjadinya pemborosan (Anonymous1, 2011).

Dalam konteks manufaktur, aplikasi konsep lean cenderung untuk memproduksi barang (lean production) yang dibutuhkan oleh konsumen, kapan saatnya diperlukan dan dalam jumlah yang sesuai dengan pesanan (order).  Istilah lean manufacturing erat hubunganya dengan Big Picture Mapping.

Big Picture Mapping adalah suatu tools yang digunakan untuk menggambarkan suatu sistem secara keseluruhan beserta aliran nilai (value stream) yang terdapat dalam perusahaan. Dengan big picture mapping, dapat diketahui aliran informasi dan fisik dalam sistem, lead time yang dibutuhkan dari masing-masing proses yang tejadi (Tjiong, Wardy danSinggih, Moses L. 2011). Tujuan dari big picture mapping  adalah untuk membuat dan menyalurkan produk atau jasa kepada konsumen akhir. Rangkaian atau jaringan ini terbentang dari penambang bahan mentah (di bagian hulu) sampai retailer / toko (pada bagian hilir).

PT. Prima Interna Madura (MPI) Sumenep merupakan salah perusahaan yang bergerak dalam ekspor ikan teri nasi. Dalam setiap proses produksi sampai ke tahap pendistribusian sebagian besar dilakukan oleh manusia. Perusaan sering menghadapi permasalahan yang berkaitan dalam proses produksinya, terutama  dibagian produksi, ini dikarenakan waktu tunggu produk yang akan di stuffing menjadi relative lambat. sehingga waste berupa waktu tunggu (delay) tidak dapat terhindari. Kondisi seperti ini menuntut PT. Madura Prima Interna (MPI) Sumenep untuk terus meningkatkan  efektifitas dan efisiensi waktu dalam pendistribusian produk yang berupa teri nasi pada akhirnya profitabilitas dalam perusahaan terjaga.

Oleh kerena itu Praktik Kerja Lapang di PT. Madura Prima Interna (MPI) Sumenep diharapakan menjadi media penggali Informasi terkait dalam penerapan big picture mapping (BPM).

1.2      Tujuan

Tujuan umum dari Praktik Kerja Lapang di PT. Madura Prima Interna (MPI) Sumenep, antara lain:

  1. Membandingkan ilmu teoritis yang didapatkan selama perkuliahan dengan ilmu praktis di perusahaan dalam bentuk Praktik Kerja Lapang.
  2. Memperoleh gambaran kondisi nyata dan memiliki pengalaman terlibat langsung dalam aktivitas PT. Madura Prima Interna (MPI) Sumenep.
  3. Memberi masukan atau pertimbangan bagi PT. Madura Prima Interna (MPI) Sumenep untuk menentukan kebijakan dalam membuat keputusan, khususnya yang berkaitan dengan Big Picture Mapping.

Adapun tujuan khusus dari Praktik Kerja Lapang di PT. Madura Prima Interna (MPI) Sumenep, antara lain:

  1. Mengetahui dan mempelajari secara langsung iplementasi konsep Big Picture Mapping di PT. Madura Prima Interna (MPI) Sumenep.
  2. Mengetahui aktivitas produksi di PT. Madura Prima Interna (MPI) Sumenep secara keseluruhan berupa aliran material dan aliran informasi menggunakan big picture mapping.

1.3   Manfaat

Manfaat Praktek Kerja Lapang di PT. Madura Prima Interna (MPI) Sumenep, antara lain :

  1. Manfaat bagi mahasiswa
  2. Media perpaduan sekaligus perbandingan teoritis dan praktis.
  3. Memperoleh pengalaman praktis dan informasi perusahaan.
  4. Sebagai media aktualisasi keilmuan sekaligus mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
  5. Manfaat bagi Perguruan Tinggi dan PT. Madura Prima Interna(MPI) Sumenep
  6. Terjalinnya kerjasama yang baik antara Universitas Trunojoyo dengan PT. Madura Prima Interna (MPI) Sumenep.
  7. Memberikan masukan-masukan kepada PT. Madura Prima Interna (MPI) Sumenep yang berhubungan dengan Big Picture Mapping.

1.4   Ruang Lingkup

Ruang lingkup pembahasan dalam laporan praktik kerja lapang ini adalah konsep Big Picture Mapping (BPM) yang menitikberatkan pada konfigurasi rantai suplai, aliran material, aliran informasi, dan proses pemesanan di PT. Madura Prima Interna (MPI) Sumenep.

Download :