Manfaat BUNGA PUKUL EMPAT (Mirabilis jalapa L.)

Tanaman ini termasuk familia Nyctaginaceae. Tumbuhan ini merupakan tanaman hias. Bunganya mekar di sore hari dan kuncup kembali menjelang siang.

Nama lain     : kembang pagi sore.

Kegunaan     :

  • Bisul. 10-12 helai daun kembang pukul empat dicuci, lumatkan, beri garam. Tempelkan pada bisul dan sekitarnya, balut. (4)
  • Jerawat. Biji kembang pukul empat diambil isinya yang berupa tepung bedak. Beri sedikit air. Oleskan pada jerawat. (4)

SUMBER :

Dalimartha, Setiawan. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia.

Ungaran : Trubus Agriwidya, 1999.

Muhlisah, Fauziah. Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : Penebar Swadaya, 1999.

Tampubolon, Oswald T. Tumbuhan Obat. Jakarta : Penerbit Bhratara, 1995.

Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : PT. Intisari Mediatama, 1999.

Advertisements

Meningkatkan pagerank blog

Pagerank……..?

hahahaha kata-kata ini sangat membius para blogger untuk berlomba lomba meningkatkan pagerank blognya, entah menfaatnya apa terkadang saya bingung, katanya sih agar banyak di baca oleh google.com, batul apa nggak saya juga nggak tau.

ada banyak cara yang pernah saya baca tentang meningkatkan pagerank google, mulai dari cara yang sehat seperti bertukar link maupun cara yang tidak sehat. ( cara yang punya penyakit )

mungkin salah satu cara yang banyak di gunakan oleh orang-orang adalah dengan menjalankan robot ( ini kata temenku, tapi saya nggak ngerti apa maksudnya), dan salah satu contohnya adalah banyaknya komentar yang berbahasa inggris dan tidak sesuai dengan postingan kita.

kayak punya saya ni, dalam 2 bulan spam saya mencapai 11,055 ternyata setelah saya baca komentar dalam bahasa inggris tersebut tidak ada sama sekali yang sesuai dengan topik postingan. akhirnya tak hapus deh. entah mereka yang ngirim ini untuk tujuan apa (bagi yang ngerti tolong komentar).

untuk saat ini saya akan menggunakan cara yang mudah dan saya ngerti tentang meningkatkan pagerank blog, siapa tau pagerank saya yang awalnya 1 naik jadi 2 atau 3 bahkan sampe 10. Caranya adalah: saya membuat postingan yang di dalam postingan tersebut terdapat link di dalamnya. hehehehe

Tapi bingung  juga kalo sudah nyampe 10 trus mau di apain ya…?

di jual aja bro, seandainya bisa di jual mungkin sudah tak jual hahahah.

cukup sampai disini saja untuk postingan kali ini, sekian dan terima kasih

D. Zawawi Imron Raih South East Asia Write Award 2011 di Bangkok

Sastrawan D. Zawawi Imron meraih Hadiah Sastra Asia Tenggara atau South East Asia Write Award 2011, yang dilaksanakan di Mandarin Oriental, Bangkok pada 16 Februari 2012.

Upacara penganugerahan yang sedianya diselenggarakan pada bulan November 2011 lalu telah diundur pelaksanaannya akibat banjir yang melanda Thailand akhir tahun lalu.

Penghargaan sastra kepada D. Zawawi Imron disampaikan oleh Putri Sirivannari Nariratana, mewakili Putra Mahkota Kerajaan Thailand, Pangeran Maha Vajiralongkorn.

Selain Zawawi Imron, 7 sastrawan lainnya dari negara anggota ASEAN menerima Hadiah Sastra yang sama, yakni Mohamad Zefri Ariff (Brunei Darussalam), Bounthanong Xomxayphol (Laos), Mohd Zakir Syed bin Othman (Malaysia), Romulo P. Baquiran Jr. (Filipina), Robert Yeo Cheng Chuan (Singapura), Jadej Kamjorndet (Thailand), dan Nguyen Chi Trung (Vietnam).

Hadiah Sastra yang dimenangkan oleh Zawawi Imron didasarkan pada salah karya sastranya berupa kumpulan puisi berjudul ‘Kelenjar Laut’ (The Glands of the Sea) yang dipublikasikan pada 2007 serta keseluruhan karya sastra yang dihasilkan selama kariernya.

Zawawi Imron lahir di Sumenep, Madura, 21 September 1943, merupakan salah satu penyair Indonesia yang aktif dan telah mewarnai perkembangan sastra Indonesia sejak awal 1980-an. Sebagai warga Madura, karya-karya Zawawi sangat diwanai dengan kehidupan laut dan tradisi masyarakat maritim.

Hadiah Sastra Asia Tenggara merupakan penghargaan yang dikeluarkan oleh Kerajaan Thailand setiap tahun sejak 1979, dan dianugerahkan bagi pegiat sastra dan penyair di negara-negara ASEAN. Dalam sambutannya setelah menerima anugerah tersebut, Zawawi Imron menyampaikan berbagai aliran dan tema sastra merupakan suatu bentuk kebebasan berekspresi.

“Adalah menjadi pilihan saya untuk menyuarakan keyakinan akan nurani, selain menyumbangkan pemikiran bagi pemeliharaan peradaban untuk terciptanya dunia yang damai tanpa kebencian dan permusuhan.” Baginya syair juga menggambarkan kecintaannya pada tanah airnya: Indonesia.

Sumber: kemlu.go.id (KBRI Bangkok)